imunisasi dan badan menjadi panas
Imunisasi, perlukah ?
Apa sih arti dari imunisasi. Saya coba coba cari di wikipedia indonesia tentang arti imunisasi. Dan terlihat di wikipedia seperti link disini. Tapi dengan membuka link tersebut maka di redirect ke sini. Loh memangnya vaksinasi dan imunisasi itu sama ??? hmmm kan tulisannya beda, simple aku mencoba membedakannya, tapi apa bener sama sehingga di redirect oleh wikipedia? atau memang seharusnya berbeda?
Kalau dilihat dari arti imunisasi dikamus indonesia berarti pengebalan atau bisa juga dengan arti kekebalan tubuh. Tujuan dari imunisasi adalah merangsang proses pembentukan sistem kekebalan tubuh. Proses perangsangan ini banyak yang mengartikan dengan memberikan bakteri atau virus atau senyawa tertentu ke dalam tubuh. Dari hal tersebutlah maka beberapa kalayak, berpendapat bahwa imunisasi adalah sama dengan vaksinasi.
Ada yang membedakannya bahwa kalau vaksinasi yang dimasukkan adalah vaksin sedangkan kalau imunisasi adalah pemberian imun karena yang dimasukkan adalah immonugen.
Anakku yang kedua baru saja kemarin dilakukan imunisasi. Lalu kenapa anakku manjadi panas setelah dilakukan imunisasi? Dan kenapa anaknya si X yang juga diberikan imunisasi tidak panas badannya? Apa karena dia bayar imunisasinya jauh lebih mahal dari pada aku? Sebagai perbandingan di temaptku, sekali melakukan imunsasi cukup membayar Rp 3000 di puskesmas dekat rumahku. Sedangkan si X membayar sebesar Rp 75rb di salah satu rumah sakit. Dan memang dari chit chat dengan beberapa ortu, bahwa kalau beberapa dari mereka membayar Rp 75rb s/d Rp 400rb untuk model imunisasi standart (yang dianjurkan pemerintah).
So?? kenapa berbeda jauh sekali? Apa karena puskesmas di tempatku di beri subsidi dari pemerintah? Atau apakah kualitas dari imunisasinya yang berbeda ??
Kalau di beri subsidi, jawabannya iya. Oke lah anggap diabaikan puskesmas di tempatku. Kita bandingkan saja yang tanpa subsidi yaitu antara rumah sakit yang a dengan yang b. Yang satu Rp 75 rb yang satunya Rp 300rb. Loh kok berbeda lagi ??? Coba cari informasi, chit chat sana sini, gosip sini gosip sana, korek sini korek sana… dan upsss.. hasil info yang didapat adalah perbedaan senyawa yang dimasukkan kedalam tubuh si bayi. Katanya kalau yang Rp 3000, maka si bayi harus berjuang sangat keras untuk membunuh dan membuat kekebalan tubuhnya. Ibaratnya senyawa di dalam tubuh bayi harus perang,.. tring trang tring trang .. angkat senjata seperti perang dan saling adu. Nah kalau yang Rp 75rb, ibaratnya senyawa dalam tubuh tetep berperang tapi cukup tring trang jlepp …si senyawa lawan langsung matekk. Kalau yang Rp 300rb, cukup senggol si senyawa lawan mati … Benarkah ???
Bener atau enggaknya mengenai hal itu hanya bisa dijawab oleh yang membuat “packaging” senyawa “imunisasi” tersebut. Jadi tanya pemerintah atau lembaga pemerintah yang menangani hal itu.
Kalau memang perbedaan adalah dari kuat atau lemahnya senyawa yang dimasukkan ke tubuh manusia. .Wow!!!
Vaksinasi itu berbeda dengan imunisasi. Vaksinasi adalah senyawa kuat yang perlu trang tring trang tring, sehingga dapat dikategorikan berbahaya. Sedangkan Imunisasi seharusnya tanpa trang tring trang tring.
Pemasukan senyawa berbahaya ke dalam tubuh manusia masih banyak perdebatannya. Ada yang menghubungkannya dengan dalil dalil agama dan dikatakan itu dilarang atau haram. So yang haram seharusnya vaksinasi bukan imunisasi.
Banyak kasus kematian atau efek negatif setelah dilakukan “katanya” imunisasi. Benarkah ?? Banyak berita yang menceritakan kasus anak yang mati karena efek imunisasi, atau ada anak yang menjadi autis setelah dilakukan imunisasi, atau ada anak yang menjadi cacat setelah imunisasi. Benarkah??? Kalau kita anggap berita itu benar, lalu apakah mungkin penyebabnya karena yang diberikan untuk imunisasi yang berada di rumah sakit/ puskesmas/posyandu adalah senyawa vaksinasi ??? Kalau iya .. apakah orang yang berduit saja yang bisa mendapatkan imunisasi ??? Atau sebenarnya imunisasi itu adalah imunisasi tapi ada oknum oknum tertentu yang menjadikan imunisasi menjadikan seperti vaksinasi ???
Jalan jalan di internet membaca efek negatif dari imunisasi yang dipaparkan. Membaca adanya pendapat bahwa positip diberikan imunisasi hanyakah sebuah mitos seperti disini. Membaca banyak yang membandingkan anak yang diberi imunisasi dengan yang tidak diberikan, tetapi lebih sehat yang tidak diberikan.
Dan anakku pun seharian kemarin panas dan hari ini pun masih sedikit panas. Lalu, apakah imunisasi yang aku pilih tempat untuk berimuniasinya adalah tepat ? Tepat memilih imunisasi, tepat karena sesuai dengan harganya, tepat karena imunisasi yang diberikan sesuai kaidah kaidah imunisasi, tepat karena imunisasi benar-benar penting dan berguna ????
Yah, karena bermodalkan segepok uang secukupnya di kantongku, yang cukup ke puskesmas dekat rumahku. Dan bermodalkan percaya ke pemerintah bahwa puskesmas yang diberi subsidinya menyetok barang imun untuk imunisasi yang bagus. Dan bermodalkan bahwa itu adalah imun bukan vaksin. Dan bermodalkan bahwa imun bagus untuk melatih bayi membuat kekebalan tubuh … Dan bermodalkan cinta dan kasih kepada si kecil … Dan tidak lupa bermodal utama percaya bahwa hal tersebut adalah sesuai dan boleh oleh apa dan siapa saja. Maka seharian kemaren kami merawat bayi kecilku yang sedkit rewel karena efek panas setelah di imunisasi.





Get free blog up and running in minutes with
paling enak elu datengin ke dinas kesehatan ngus. cari info tentang harga standar. daripada ntar ada apa-apa ngus. mudah-mudahan si nexa (eh bener yah namanya?) baik-baik aja deh.
Comment by dudi — 5 December 2008 @ 6:50 pm
hmm jadi referensi yang bagus sebelum 3 bulan lagi si jabang bayi mulai melongok *ramahnya* dunia
Comment by Lukman — 11 December 2008 @ 5:10 pm
hmm kalo di luaran sih imunisasi itu udah ditinggalkan, soalnya secara medis emang “dah” nggak dibutuhkan lagi dan emang “agak” berbahaya. cuman kalo dikita, mungkin karena standar “sehat” dan standar “bersih” itu masih rendah banget, mau nggak mau kemudian daya tahan tubuh kudu di-boost dengan bantuan “eksternal” berupa virus setengah mateng itu, he he he tau dah .. gitu kalo kataku sih
Comment by hmoulinsart — 7 February 2009 @ 5:15 pm