iseng iseng lagi baca milis milis yang aku ikutin.. membaca kembali komentar komentar yang pernah aku lontarkan. kadang tertawa terbahak … kadang malu membacanya… bagaimana gairah mudaku yang begitu bergejolak akan lugasnya kata-kataku terbesit dalam susunan kata demi kata. kata kata yang kadang mengandung emosi, susunan kata yang membesitkan ke-ego-an dan ketidak mau kalahanku, sebuah pembelaan diri dengan permainan kata-kata.
aku sendiri tidak bisa membandingkan, apakah aku yang saat ini lebih baik dari pada aku yang beberapa tahun yang lalu. dan apakah aku yang sekarang lebih pintar dari aku beberapa tahun yang lalu.
salah satu tulisanku yang tertulis beberapa tahun yang lalu tepatnya tanggal 2 Februari 2005 disalah satu milis yang pernah aku ikuti, dan aku juga gak tau kenapa aku ngasih judul ngerokok pada saat itu hehehehe
==Start
Gila … kepalaku kenapa jadi pening dengan perkataannya. Aku coba untuk
membenarkan apa yang menurutku benar. Aku merasa tidak ada yang salah
dengan diriku sehingga harus pening dengan perkataannya itu.
Pertama kali aku dikritik sama seorang sahabatku karena sudah beberapa
hari ini aku jarang main ketempatnya. Sedangkan sekumpulan teman-temanku
sedang sibuk menjadi sukarelawan membantu rakyat Aceh yang sedang
mendapat musibah. Yeah beberapa hari belakangan aku memang sering pulang
tidur selepas jam kerja, tidak seperti dulu yang sering main ke tempat
teman-temanku. Karena belakangan ini, banyak terjadi error
diaplikasiku,sehingga kepalaku pun terlalu pusing dengan persoalanku
sendiri.
“Ngus, lo udah beberapa hari ini kok gak main ke sini, anak-anak pada
sibuk tuh bantu aceh ..eh elo malah ilang”, suara sahabatku dari telpon
genggamku.
Komentarnya sih gak berat-berat amat .. tapi dari belakang terdengar
celetukan dan sahabatku yang lain, “Eh ngus, buat apa hidup kalau gak
bermanfaat buat orang lain”.
Gila …gila ..kenapa harus pening memikirkan kata-kata itu, toh apa
yang aku lakukan adalah untuk keluargaku sendiri…toh enggak salah kan
karena apa harus turut serta dalam bentuk bantuan fisikku dengan menjadi
sukarelawan di pusat data. Ahh…entah lah .. tapi aku benci dengan
kata-kata sahabatku itu yang membuat kepalaku jadi pening seperti ini.
Ahh bukannya hidup jaman sekarang adalah hidup untuk uang … apa-apa
harus dibayar dengan uang? Aku padahal juga bukan tipe “Orang Bayaran”
tapi untuk masalah sukarelawan kan kalau aku bisa bantu.. kalau bisa
jadi sukarelawan dan ikhlas … iya gak ?
Tapi ..ahhh apa bener kata sahabatku kemudian yang bilang kalau aku gak
punya jiwa solidaritas dan kemanusiaan?
“Ikhlas..membantu … keterpaksaan .. dari pada terpaksa kan gak
ikhlas.. lelah karena kerja .. manfaat untuk orang lain .. tanggung
jawab terhadap pekerjaan…menjaga fisik..diminta tolong… sukarela
nolong ..pekerjaan belum selesai … kalau malam bantu-bantu paginya
capek dan gak bisa kerja.. demi teman bantuin dia..bantu cukup dengan
doa..bantu cukup dengan materi yang penting ihklas …” ahhh muter-muter
ajah tuh kata kata di kepalaku yang kecil ini.
——–
Didalam gelimpangan harta benda dan kedudukan jabatan yang tinggi …
Mengangkat beban dengan tanganku sendiri serasa berat,
karena semuanya dapat dilakukan orang lain dengan suruhan atau uangku.
Disela-sela hati dan pikiran manusia masih terdapat lubang hitam dalam
membenarkan apa apa yang menurut hati dan pikiran benar … membenarkan
dengan ke-enak-kan menurut diri .. membenarkan menurut pendapat diri
..membenarkan menurut rasa hati sendiri … membenarkan dengan
argumentasi dan logika “jiwa spriritual” yang diangap sudah tinggi dan
mencapai kesempurnaan ..membenarkan dengan senjata dari pada tidak ikhlas…
—
Yang hatinya berlubang-lubang kebanyak ngerokok.
==End





Get free blog up and running in minutes with
Kalok isa ya mbantu, kalok ndak isa ya ndak papa to ???
Comment by mbelgedez — 1 October 2007 @ 8:18 pm
Walah….
Mau komen susah amat yak ???
Comment by mbelgedez — 1 October 2007 @ 8:19 pm
Hi…Hi…Hi…
Kalok mau komen kok caranya lucu yah ?
Kayak ATM ajah, make kode-kode….
Hat Trick ajah skaliyan mumpung ndak ada orangnya….
Comment by mbelgedez — 1 October 2007 @ 8:26 pm
he he he …
Comment by aNgus — 3 October 2007 @ 11:18 am