kalau mau bepergian, kita pasti mempersiapkan diri kita tentunya dan juga mempersiapkan apa yang mau kita bawa dalam koper atau ransel kita. banyak hal yang harus diperhatikan dalam melakukan “packing”. baik berapa besar ransel yang dibawa, apa saja yang kita bawa, berapa jumlahnya masing-masingnya dan bagaimana melakukan “packing” supaya semakin banyak isi didalam ransel. kalau kita asal masukin “barang” kita ke ransel bisa jadi hanya berisi beberapa pakaian saja, yang seharusnya bisa lebih banyak.
kalau pergi ke gunung, dan membawa ransel yang besar dan sangat banyak isinya, tentunya akan membebani kita pada saat “pendakian”. tetapi kalau ada yang ketinggalan bawaannya padahal pada saat mendaki memerlukannya, akan menjadi meresahkan. apakah harus balik ke bawah lagi mengambil barang yang tertinggal, yang tentunya waktu terus berjalan, atau kan kita mencari alternatif di alam gunung tersebut, yah seperti istilah tidak ada rotan akar pun jadi.
kita “diharuskan” untuk smart dan effisien dalam mempersiapkan ransel yang akan kita bawa. mengintropeksi diri akan kemampuan fisik dan mental, serta menambah knowledge akan medan gunung yang akan kita daki seoptimal mungkin. memang tidak ada yang tau gimana konsisi gunung tersebut “saat ini”, mungkin saat ini sudah ada macan yang besar, atau mungkin sudah ditinggal beribu-ribu binatang berbisa. tapi kita tidak bisa pula berlama-lama mencari tahu akan kondisi di alam dengan melengkapi data kita selengkap-lengkapnya, ini pun akan menghabiskan waktu kita. smart dan effisien.
gw jadi inget, ada pertanyaan manajemen pada waktu dulu. ada 8 orang naik balon termasuk kita, diatas tiba-tiba balon mulai keberatan karena ada lubang kecil, yang mungkin lolos dari pengamatan saat akan terbang atau berlubang ketika diatas. andai pada saat itu kita membawa lem, mungkin akan dapat di lem lubang balon tersebut. meributkan soal adanya lubang dengan menyalahkan orang yang bertugas mengecek balon … menyalahkan orang yang bertugas membawa perlengkapan karena lupa membawa lem…menyalahkan kekasih kita yang kebetulan bertubuh gemuk yang ikut pula dalam perjalanan tersebut… pasti akan menjadikan sesuat hal yang sia sia. lalu apa yang akan dilakukan, sedangkan kita berada di ketinggian. langkah pertama mungkin adalah membuang bagasi kita termasuk barang berharga misal kalung yang mungkin menempel pada tubuh 8 orang tersebut. tapi rupanya balon tetap tidak mau terbang tinggi, tetapi mulai menungkik tajam… so what should you do in this case?
atau haruskah diriku yang harus berkorban “lagi” seperti biasanya???
oret oretan5 March 2007 1:07 pm
|
|
2 tumpukan prasasti »
RSS feed for comments on this post.
mahat prasasti:



Get free blog up and running in minutes with
halah2.. berkorban demi “balon”..
Comment by tengik16 — 7 March 2007 @ 2:55 pm
mendarat dulu, benerin semuanya baru tinggal landas lagi
*asal jangan tinggal kandas
Comment by Epat — 8 March 2007 @ 11:34 am