Kadang sebuah keyakinan harus dibuktikan dengan sebuah perjalanan pencarian, kadang harus dilihat atau disentuh, atau didengar, atau rasakan dalam sebuah pengalaman. Namun kadang cukup berkata saya yakin, saya percaya, i'm believe that. Tapi apapun caranya semuanya membuat pala pening semakin pening dan kita perlu adanya pelampiasan walau sekedar coret oreta di lembaran daun kelor blog. Spritual tidak dibatasi time is money. Namun mempunyai uang kadang mampu menjaga kestabilan fokus akan explorasi diri.

Foxkeh
oret oretan7 March 2007 12:03 pm

ada 2 orang yang mempunyai profesi yang berbeda. pada suatu kasus 2 orang tersebut didatangi oleh seorang yang lagi sakit. badannya panas dan gak turun-turun dalam beberapa hari ini.
hasil hipotesa si A adalah si orang sakit tersebut kemasukkan roh jahat dan roh tersebut menggerogoti tubuh kita dan disebut sakit kerasukan/kemasukan roh halus. kemudian si A membaca mantra-mantra dan menyuruh si orang sakit untuk minum jamu-jamuan yang terbuat dari buah jambu dan diracik dengan racikan unsur alam lainnya.
hasil hiopotesa si B adalah adanya virus yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk dan disebut sakit demam berdarah, kemudian si orang sakit dirawat disuatu tempat yang bernama rumah sakit dan di beri infus yang berisi vitamin dan cairan yang mengandung zat-zat tertentu. dan jika memungkinkan dilakukan pemberian cairan intravena atau dilakukan transfusi platelet. dan juga kadang diberikan obat yang salah satu sumber zat yang terkandung didalamnya berasal dari buah jambu.

suatu ketika datang seorang yang sakit, dia memegang perutnya dan katanya udah beberapa hari ini dia buang buang air besar dan kadang mengeluarkan darah.
(more…)

oret oretan6 March 2007 11:52 am

setiap orang adalah penjual. biasanya kalau ada sebuah statement yang seperti itu…maka ada embel-embel “disadari atau tidak”. tetapi untuk yang satu ini, gw sangat-sangat yakin bahwa setiap orang menyadari dan sangat-sangat sadar bahwa memang seorang penjual. barang yang dijual oleh semua orang adalah sama, mungkin kadar atau kualitasnya yang berbeda. “barang” yang walaupun sudah dibeli, setiap orang masih mempunyai barang itu lagi.
“setiap orang jualan barang? masak sih? “… iyah, dari orang yang paling miskin di dunia pun hingga yang paling kaya jualan barang yang sama. dan kita harus hati hati kalau membeli barang dagangan tersebut. banyak kasus di dunia yang menyebabkan perseteruan hebat, malah sampai saling bunuh ketika transaksi jual beli tersebut dilakukan. apakah sedemikian mahalkah harga barang tersebut? ini yang gw masih bingung terhadap parameter harga dari barang tersebut, di seseorang bisa berharga seratus rupiah, disisi lain bisa berharga milyaran rupiah, tapi disisi lain bisa tidak berharga atau mungkin kita yang tidak menghargai barang yang dimiliki seseorang itu, atau bisa jadi barang dagangan kita yang tidak dihargai orang lain.
(more…)

oret oretan5 March 2007 1:07 pm

kalau mau bepergian, kita pasti mempersiapkan diri kita tentunya dan juga mempersiapkan apa yang mau kita bawa dalam koper atau ransel kita. banyak hal yang harus diperhatikan dalam melakukan “packing”. baik berapa besar ransel yang dibawa, apa saja yang kita bawa, berapa jumlahnya masing-masingnya dan bagaimana melakukan “packing” supaya semakin banyak isi didalam ransel. kalau kita asal masukin “barang” kita ke ransel bisa jadi hanya berisi beberapa pakaian saja, yang seharusnya bisa lebih banyak.
kalau pergi ke gunung, dan membawa ransel yang besar dan sangat banyak isinya, tentunya akan membebani kita pada saat “pendakian”. tetapi kalau ada yang ketinggalan bawaannya padahal pada saat mendaki memerlukannya, akan menjadi meresahkan. apakah harus balik ke bawah lagi mengambil barang yang tertinggal, yang tentunya waktu terus berjalan, atau kan kita mencari alternatif di alam gunung tersebut, yah seperti istilah tidak ada rotan akar pun jadi.
kita “diharuskan” untuk smart dan effisien dalam mempersiapkan ransel yang akan kita bawa. mengintropeksi diri akan kemampuan fisik dan mental, serta menambah knowledge akan medan gunung yang akan kita daki seoptimal mungkin. memang tidak ada yang tau gimana konsisi gunung tersebut “saat ini”, mungkin saat ini sudah ada macan yang besar, atau mungkin sudah ditinggal beribu-ribu binatang berbisa. tapi kita tidak bisa pula berlama-lama mencari tahu akan kondisi di alam dengan melengkapi data kita selengkap-lengkapnya, ini pun akan menghabiskan waktu kita. smart dan effisien.

(more…)

oret oretan3 March 2007 9:46 pm

wooaaaahhh …. ngantuk banget…
bersikap keras kepada seseorang… bersikap tegas terhadap seseorang …..
sudahkah aku bersikap keras kepada diriku sendiri..sudahkah aku bersikap tegas kepada diriku sendiri .. salah satu dari ornamen yang membangun diriku???
eh eh eh ..emangnya bersikap keras itu yang kayak apa yah … bersikap tegas itu yang kayak apa yah???

keras itu kayak batu … benarkah?
tegas itu kayak kepala batu .. hihihi ..benarkah….

yang pasti tape pasti ngguyu …. hahahahaha

aku tiduran