seperti beberapa tahun belakangan ini, penentuan penglihatan hilal menjadi penentu dari berakhirnya bulan ramadhan. perbedaan pendapat sering kali terjadi dari beberapa organisasi “yang katanya islam”. adanya sudut pandang penetuan telah melihat hilal membuat beberapa orang menjadi tidak serempak melakukan sholat ied berjamaah. gw liat di tipi, ada bapak yang melakukan sholat ied tanggal 23 oktober 2006 tapi keluarganya yang lain belum melakukan sholat ied pada hari itu.
sebenernya emang hal ini bukan menjadi sebuah masalah besar, karena penentuan telah melihat hilal adalah sebuah kewajaran jika terjadi perbedaan. namun ada sesuatu hal yang mengusik otak gw, kenapa masih ada beberapa orang yang tetep menggunakan penglihatan dengan cara mata telanjang, alias tidak menggunakan teknologi. memang ada yang menggunakan teknologi, tapi kayaknya sepengetahuan gw, yang mungkin gw nya yang gak tahu, adalah tidak digunakannya teknologi. padahal dengan mata telanjang bisa jadi tidak dapat melihat hilal dikarenakan tertutup awan. apalagi saat ini yang banyak terjadi kebakaran, sampe sampe pesawat ajah gak berani “landing” karena tertutup asap. misalnya pada suatu negara semuanya sedang berawan, dan karena tidak dapat melihat hilal apakah akhirnya dinyatakan bahwa negara tersebut tidak melakukan lebaran esok harinya. kalau begitu kenapa tidak menggunakan satelit saja. satelit leo (low earth orbit) misalnya yang mengorbit rendah di dekat bumi. alasan perbedaan titik/sudut pandang.. hehh aneh, emangnya gak bisa melakukan perhitungan skala dan perbandingan. kayaknya anak sma (yang pinter) juga bisa menghitungnya, misal jarak satelit adalah x meter dari permukaan tanah, dan dengan sudut a derajat di satelit maka akan sama dengan sudut b derajat di permukaan tanah. ahh, bukan sebuah alasan deh menurut otak gw yang masih minim ini. tapi mungkin ada dalil nya yang meng”harus”kan dengan sebuah ke”harusan” bahwa melihat dengan mata telanjang di bumi, yang juga entah jika negara tersebut berada di dataran tinggi/pegunungan.
oke lah misalnya seperti itu, yaitu harus dilihat di bumi. tapi ada satu hal lagi yang mengganjal setelah gw liat tipi. diberitakan bahwa untuk melihat hilal dilakukan di 29 kota. dan karena sebagian besar tidak melihat hilal, maka dinyatakan bahwa hilal belum nampak. ini menjadi pertanyaan dalam diri gw. bukankah seharusnya penglihatan adalah bentuk kesaksian. dalam artian dalam pengambilan keputusan bukan berdasarkan suara terbanyak. gw ambil contoh, misalnya ada 4 kota dan ke 3 kota bener bener tertutp awan tebal sehingga tidak dapat melihat hilal, namun di salah satu kotanya bener bener melihat adanya hilal. lalu apakah hal itu berarti bahwa hilal belum nampak. seperti logika melihat gerhana, apakah jika di kota a terlihat gerhana dan di kota b sampai z tidak melihatnya, apakah berarti gerhana yang dengan pembuktian dengan satelit benar benar ada, maka diputuskan bahwa tidak terjadi gerhana. dari berita di tipi dikatakan bahwa pada jogja dan madura terlihat hilal. satu kota ajah cukup menjadi landasan keputusan, eh ini udah ada 2 lokasi yang mengatakan melihat hilal, seharusnya lebih kuat lagi bahwa hilal sudah terlihat. menurut gw sih udah syah, karena di setiap kota pun diwakili dari masing masing golongan/organisasi “yang katanya islam” yang ada di indonesia. jadi seharunya di tiap kota dirundingkan dulu oleh semua yang hadir atas penglihatannya apakah hilal sudah terlihat atau belum. setelah diputuskan, baru dikirimkan hasilnya ke pusat ke jakarta, kalau bisa dengan rekaman video masing masing kota yang dikirimkan. jadi kalau di pusat ingin ditelaah ulang (artinya gak percaya ama keputusan daerah dung heheheh …), tinggal lihat videonya lagi. jadi tetep ajah menurut gw yang awam, hal ini merupakan kesaksian, bukan suara terbanyak, cara pegambilan keputusannya.
tapi mungkin kembali lagi, mungkin ada dalilnya yang meng”harus”kan untuk melakukan dengan cara yang se”harus”nya yaitu yang sudah berjalan seperti di negara indonesia tercinta ini yang kebetulan wilayahnya luas sampe ada 3 buah perbedaan waktu, wit wib dan wita.
aku yang masih minim pengetahuan mengenai hilal.





Get free blog up and running in minutes with
Gak penting, gitu aja dipikirin ngus
Emang lu muslim? ho ho ho…
Comment by Epat — 3 November 2006 @ 7:59 pm