Siapa berani menyatukan debur ombak samudra,
dengan kicau bening burung malam?
Siapa berani membandingkan deru alam,
Dengan desah bayi yang nyenyak dibuaian ibunya?
Siapa berani memecah sunyi,
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari,
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani,
Melagukan kidung suci Tuhan?
Yang menyatukan Aku dan Kamu.
Kekasihku,
Cari aku dengan rabaan, temui Aku dalam pelukan
Lalu biarkan kabut malam merangkul jiwa kita menjadi satu,
Kecuplah Aku, kekasihku,
karena musim dingin,
Telah merenggut segalanya,
kecuali bibir ini yang berkata :
Engkau dalam dekapan, oh Kekasihku Abadi,
Betapa dalam dan kuat samudera cinta ini,
Dan betapa cepatnya subuh… (titik dua pe)
—
Sumber: diambil dari tulisan Fahmi di milis





Get free blog up and running in minutes with